Sajak-Cerita

Rindu Selamanya


Kau tahu,

Dulu aku membayangkan ketika aku bekerja di rumah (tak di luar kota), aku akan berangkat bekerja dengan mencium tangan Ibu sembari mengucapkan salam. Kemudian berangkat dengan perasaan sukacita. Hingga kini bayangan itulah yang selalu ada. Tapi aku tahu itu tidak akan pernah terjadi. Kau tahukan alasannya, tak perlu kujelaskan lagi.

***

Iya,

Aku tahu,

Tapi maaf aku hanya bisa diam menyimakmu tanpa tahu harus berkomentar apa. Aku menahan haru tiap kali kau bercerita tentang Ibu. Karena aku tahu betapa setiap inci darimu merindukannya.

dear my friend, Ibu pasti tahu kau selalu merindukannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s