Sajak-Cerita

Selamat Jadi Anak Kos Lagi


Mungkin sudah menjadi sebuah kewajaran ketika semakin bertambah usia seseorang maka semakin bertambah pula pertimbangannya dalam memutuskan sesuatu. Atau ini hanya pikiran saya saja?. Entah, atau banyak juga di luar sana orang-orang lain seperti saya yang kadang sebelum memutuskan A atau B semedi dulu selama seminggu.

Sebulan yang lalu saya sibuk nyari kos-kosan untuk ditempati. Ternyata cari kos-kosan itu memang gampang-gampang susah. Meskipun ini bukan pertama kalinya saya akan ngekos tapi kali ini terasa lain. Pasalnya saya ngekos tidak lagi dalam posisi sebagai mahasiswa. Pertimbangan saya dalam memilih kos lebih rumit dari ketika menjadi mahasiswa. Kriteria saya bisa dibilang lebih banyak. Tidak tanggung-tanggung, saya sampai sanggup mendatangi banyak kos-kosan untuk melihat apakah kos itu cocok atau tidak. Saya beruntung punya teman yang memiliki banyak informasi tentang kos-kosan di kota yang saya tinggali sekarang. Dan ia berbaik hati mengantar saya melihat kos-kosan tersebut di tengah kesibukannya bekerja.

Beberapa kriteria saya dalam mencari kos yang cocok adalah pertama tentu kos tersebut adalah kos khusus cewek, bisa dibayar perbulan, sudah punya furniture, kamar mandi di dalam, dan harus ada dapurnya. Dulu waktu masih ngekos jadi mahasiswa mana pernah kepikiran kriteria kosan begitu banyak, cukup kriteria pertama. Setelah pencarian saya yang begitu lama *lebay….akhirnya saya menemukan satu kos yang menurut saya cocok. Letaknya strategis, dekat kalau mau ke tempat kerja dan kemana-mana juga dekat. Meskipun di tengah kota tapi kos ini tidak di pemukiman padat penduduk. Masih asri dengan tetangga-tetangga bangunan yang terlihat ramah. Kos-kosan ini tidak memiliki banyak kamar, jadi penghuninya dikit jadi nggak berisiklah yaa. Tapi satu hal yang bikin agak deg-degan adalah soal teman kos yang akan saya temui nanti. Enak atau nggak ya, bisa nyambung ngobrol atau nggak ya.

Ternyata deg-degan saya tidak berlangsung lama karena saya punya tetangga kamar kos yang super baik. Anaknya asyik banget. Kalau ngobrol nyambung. Kami jadi sering sharing. Dan kini dia jadi partner jogging saya. Yeay….pertemanan kami sehat. Kebetulan kosan kami dekat dengan taman yang biasa dijadikan tempat olahrga warga kota. Jadi kami sebisa mungkin meluangkan waktu untuk jogging bareng. Usianya lebih muda satu tahun dari saya, tapi banyak hal yang bisa dipelajari dari sosoknya. Anugrah banget deh ketemu teman kos baik kayak dia.

Sepertinya kriteria-kriterai kos nyaman buat saya sudah dipenuhi kos yang saya tempati sekarang. Meskipun minggu lalu terjadi gangguan pada airnya tapi untung segera diatasi. Tapi terlepas dari kos yang nyaman ini terselip setitik harapan, semoga nggak lama-lama deh jadi anak kosnya. Masak mau jadi anak kos mulu, ye kan.

Btw, selamat jadi anak kos. Lagi.

Advertisements

5 thoughts on “Selamat Jadi Anak Kos Lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s