Sajak-Cerita

Sebuah Daun Kepada Setetes Embun


***

Aku ingin mengenalmu lebih dekat, lebih jauh. Tapi hari selalu lebih pendek. Sehari dua hari tidak pernah cukup bagiku. Berapa waktu yang aku butuhkan untuk mengenalmu?, aku tidak tahu. Mungkin tidak akan pernah tahu. Bisa jadi sepanjang sisa hidupku.

***

Ada rahasia di matamu, yang sebenarnya ingin kau bagi. Tapi hari selalu lebih pendek. Kau tidak pernah sempat berkata apa-apa tentang rahasia itu. Hari selalu berakhir tiap kau bersiap membukanya.

***

Ada yang bilang, yakinlah bahwa waktu tak akan pernah cukup. Raih sekarang, sebelum sesal datang di hadapanmu. Dan aku hanya ingin kau tahu bahwa aku siap mendengarkanmu. Meskipun itu hanya sebuah lelucon konyol yang ingin kau tertawakan.

***

Hari selalu lebih pendek dari keinginanku mengenalmu lebih dekat. Tapi tak mengapa bagiku. Selama aku masih menjadi tempatmu bersandar di setiap pagi. Aku ingin mendengar ucapan selamat pagi darimu, selalu.

***

Advertisements

2 thoughts on “Sebuah Daun Kepada Setetes Embun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s