Sajak-Cerita

Ketika Malam Datang


Malam telah datang, mengetuk perlahan daun pintu, menembus ruang kamar, lalu menemaniku memikirkanmu ~~~

Malam selalu menyediakan ruang untuk memikirkanmu, memikirkan pikiranmu.

Apa yang kau harapkan dari sisa-sisa percakapan dan pertemuan yang terlalu sebentar itu?

Matamu tak memberi jawaban apapun. Semakin kuselami, semakin aku terjatuh ke dalam pertanyaan tanpa jawaban. Berharap kau memberi kata-kata lugas jawaban adalah seperti menunggu kereta api di Bandara. Sesuatu yang tidak mungkin.

Apa yang akan terjadi kemudian, aku tidak akan pernah tahu jika kau terus saja bersembunyi.

Seperti potongan sajak Aan Mansyur “Kau menggantung seperti sesuatu yang tak mampu kunamai—-mimpi atau kenangan”. Maka begitulah dirimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s