Opini · Sajak-Cerita

Suatu Sore Yang Hujan Di Jalan Kaliurang


Sore itu, hujan turun di Jalan Kaliurang. Hujan turun dengan lebat ditambah petir yang sesekali menampakkkan diri di langit sana. Langit tidak lagi cerah seperti pagi tadi ketika aku berangkat ke kampus. Hujan lebat itu membuatku harus berteduh jika tak ingin basah kuyup karena tidak membawa jas hujan. Sore itu aku memang tidak ingin menerobos hujan tuk sampai dengan cepat di kosku yang letaknya masih jauh dari Jalan Kaliurang. Setahun belakangan, inilah rutinitasku di kota ini, pulang pergi kampus.

Bersama dengan seorang teman aku memilih berteduh di C****e k yang ada di tepi Jalan Kaliurang. Sambil menunggu hujan reda aku memesan segelas kopi panas. Aku duduk menghadap jendela memperhatikan lalu lalang kendaraan di depanku. Seperti biasa, Jalan Kaliurang pada sore hari selalu ramai. Ramai dilalui oleh orang-orang yang pulang dari tempat aktifitas. Hujan masih turun, namun tidak menyurutkan niat beberapa pengendara motor untuk menerobos hujan. Mereka seperti takut untuk datang terlambat ke tujuan selanjutnya. Pilihan masing-masing orang memang berbeda-beda pikirku.

Menunggu hujan reda kulewati dengan mengobrol santai dengan temanku sambil sesekali menyeruput kopi panasku. Hujan belum juga memberikan tanda bahwa ia akan segera berhenti. Basah sudah semua bagian Jalan Kaliurang karenanya. Di beberapa tempat ia  menciptakan genangan, tentu saja bukan genangan yang jernih. Genangan tersebut akan membuat sepatumu kotor jika melewatinya.

Di tengah hujan yang masih turun seorang gadis dengan payung ungu muncul di parkiran tepat di depan pandanganku. Seorang gadis lain dari C****e k keluar menyambutnya. Mereka mengobrol di bawah payung ungu. Mau tak mau aku memperhatikan kedua gadis yang mengobrol itu. Semenit dua menit tiga menit…….aku merasa mengenal gadis yang membawa payung unggu itu, aku seperti pernah melihatnya sebelumnya. Aku merasa familiar dengan gadis itu. Otakku berpikir cepat mencari jawaban siapa gadis yang membawa payung ungu itu. Akhirnya ingatanku melayang pada seorang gadis yang kukenal 5 tahun lalu dari sebuah sosial media. Ya….sekarang aku ingat, wajah gadis itu ada disana. Kami berteman di dunia maya. Pada tahun-tahun awal aku sangat ingin mendekatinya namun ia masih menjaga jarak. Aku tidak menyalahkannya, lagipula siapa yang rela percaya begitu saja pada orang yang hanya dikenalnya dari sosial media. Pendekatanku pun semakin sulit karena daerah asal kami yang sangat berjauhan. Lambat laun kami tak lagi berkomunikasi di jejaring sosial. Sampai akhirnya aku sekarang telah menjadi seorang suami dari seorang perempuan cantik dan baik hati di kampung halamanku.

Diriku menduga-duga apa gadis itu juga melihatku, apakah ia mengenaliku. Aku ingin menyapanya, ingin berkenalan secara nyata. Ingin berbincang dengannya sebagai teman lama yang tidak pernah bertemu.

Sore itu hujan turun di Jalan Kaliurang dan takdir Tuhan yang lain tengah bekerja padaku. Aku bertemu dengan teman lama yang sebelumnya hanya kulihat gambarnya. Siapa yang menyangka aku akan bertemu dengannya di Jalan ini. Ingin sekali aku mendekat dan menyapanya, namun nyatanya aku hanya bisa memperhatikannya dari balik jendela. Tak kupercaya akhirnya aku melihatnya secara langsung. Seorang gadis manis yang selalu tersenyum itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s