Opini

Kota Kedua


Ini adalah malam kesekian di Jogja. Setahun lebih tinggal di Jogja tidak membuatku merasa satu dengannya. Aku tidak pernah menaruh hatiku pada Jogja, ia hanya menjadi tempat sementara tuk disinggahi. Memang benar kata orang, sejauh apapun kau melangkah tetap saja kampung halaman tiada duanya.

Namun sedikit tidak tinggal di Jogja memberi banyak pengalaman, banyak pertemuan dengan orang-orang baru, banyak pemikiran-pemikiran baru. Tinggal di kota ini mempertemukan saya dengan orang-orang dari seluruh Indonesia. Jogja sebagai kota pelajar membuat ia didatangi oleh orang-orang dari berbagai daerah, dengan segala keunikannya.

Meski Jogja menawarkan banyak hal yang tidak ada di kampung halaman, tetap saja ia tidak bisa menggantikan kampung halaman. Hal-hal yang “ke-kota-an” ada di sini, yang mungkin dapat mengubahmu menjadi lebih “kota”. Jogja hanyalah tempat kedua, tak akan pernah jadi yang pertama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s