Opini · Sajak-Cerita

Ada rindu yang menggantung


Ada rindu yang menggantung di sudut sore, ketika matahari hendak bersiap meninggalkan langit.

Ketika kendaraan berebut saling mendahului di jalanan, saling meneriakkan klakson, tak sabaran ingin segera sampai di tempat tujuan.

Ketika satpam kampus sudah terlalu letih untuk tersenyum, seperti sudah tidak sabar untuk berganti jadwal piket dengan satpam lain, sudah rindu dengan rumah dan anak-anak.

Ketika tangan-tangan mungil menengadah di persimpangan jalan, berpakaian kumal, dengan badan yang tidak kalah kumal, dengan kulit hitam terbakar matahari.

Rindu dan letih menyatu dalam mata mereka, anak-anak itu seperti tidak punya pilihan, namun ada juga yang kegirangan ketika berada di persimpangan jalan. Hatiku seperti teriris setiap kali melihat pemandangan itu.

Ada rindu yang menggantung di mata mereka, rindu akan tempat bermain yang lebih baik dari persimpangan jalan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s