Opini · Traveling

Perjalanan Pertama Adek Laki-laki Saya


Pagi ini dimulai dengan bangun tidur lebih awal dari biasanya, pasalnya hari ini hari yang tidak biasa karena salah satu anggota keluarga saya akan melakukan sebuah perjalanan. Setelah selesai sholat subuh kami sudah harus berangkat menuju bandara, agar bisa sampai tepat waktu mengingat jarak dari rumah ke bandara yang lumayan jauh (1,5 jam).

Adek laki-laki pertama saya, Iskandar Suhairi yang akan melakukan perjalanan hari ini. Ia akan pergi menuntut ilmu, melanjutkan sekolahnya ke pondok pesantren modern gontor Jatim. Ini adalah perjalanan pertamanya menyeberangi pulau, perjalanan pertamanya menggunakan pesawat. Ia mengatakan kalau ia sedikit grogi karena akan mengalami pengalaman pertama dengan pesawat. Namun sebenarnya ia tidak perlu hawatir, karena Bapak menemaninya, Bapak akan membimbingnya nanti. Bapak akan menemaninya sampai semua urusan pendaftaran sampai daftar ulang selesai.

Betapa bangganya saya sama kamu dek, diumurmu yang baru 15 tahun sudah berani membuat keputusan untuk sekolah di tempat yang jauh, di ponpes lagi. Kakakmu ini saja ketika seumuranmu tidak pernah berpikir untuk sekolah di tempat yang jauh dari rumah, apalagi mau sekolah di ponpes. Memang ini bukan kali pertama kamu mondok kan, Mts kemarin juga kamu memilih mondok. Jadi pasti kamu sudah terbiasa dengan suasana ponpes. Semoga kamu diberikan kelapangan dan ilmu yang berkah.

FSCN0992
Saya dan Adek 🙂

Sekarang kamu sudah tumbuh besar ya, lucu jika ingat dulu kamu kecil, masih bisa digendong, diajakin main kesana kemari. Sekarang badanmu sudah tumbuh, tinggimu saja udah jauh di atas kakakmu ini. Tapi itu adalah hal bagus, tandanya kamu tumbuh sehat, tumbuh dengan baik.

Kakakmu ini pasti akan merindukanmu, kami akan merindukanmu. Naman ada dua pasang hati yang akan sangat rindu padamu melebihi apapun yaitu Ibuk dan Bapak. Hanya dukungan penuh serta doa-doa terbaik yang akan menemani perjalananmu. Doa-doa merekalah yang akan selalu membuat perjalananmu penuh berkah. Jika rasa rindu tengah menderamu, maka berdoalah pada yang maha pemilik rindu, sampaikan padanya tentang kerinduanmu agar hatimu tenang.

Kakakmu ini mengenalmu sebagai anak yang penurut, dan kamu tidak pernah macam-macam, kecuali beberapa kali membuat hawatir Ibuk karena pulang terlambat dari sekolah gara-gara main. Atau ketika kau mengganggu adek kita yang asyik bermain, yang membuat Ibuk menegur keras karena suara kalian yang membuat ribut dan kalian yang membuat rumah berantakan. Namun urusan sekolah kamu adalah anak yang luar biasa penurut. Jadi kakakmu ini yakin kau akan dapat membuat Ibuk dan Bapak bangga dan bahagia.

Percayalah ini adalah baru sebagian kecil dari perjalanan yang harus kau lalui, baru sebagian anak tangga yang harus kau tapaki. Sesungguhnya hidup ini adalah perjalanan, ada tempat yang lebih hakiki yang akan didatangi, maka bersiaplah. Tetap lakukan yang terbaik. Kejar cita-citamu, impianmu dan ukir prestasi terbaikmu.
Kami menyayangimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s