Sajak-Cerita

Sajak Rindu


Lalu, rindu kerap kali datang tanpa bisa kutepis, sungguh tak bisa kutolak

Lalu, malam selalu saja jadi saksi yang setia, setia menyaksikan bagaimana aku mengalihkan rindu ini

Lalu, bagaimana lagi aku harus melampiaskan rindu ini? Kadang aku kehabisan ide

Lalu, aroma kerinduan ini begitu menusuk, apa kau masih berpura-pura tak menciumnya?

Lalu, sampai kapan kau kan berpura-pura? Setidaknya berikan aku sedikit petunjuk

Lalu, apakah kau tidak tahu bahwa berpura-pura itu melelahkan?

Lalu, aku juga lelah, lelah menerka-nerka, berdebat dengan pikiranku sendiri, tentangmu

Lalu, aku menyadari, benar kata mereka kalau orang yang jatuh cinta akan sibuk menerka-nerka

Lalu, apakah aku sungguh jatuh cinta?

Lalu, inikah tanda jatuh cinta itu? Setelah sekian lama?

Lalu, bagaimana denganmu? Aku pensaran ingin tahu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s