Opini · Sajak-Cerita

Sebuah sajak di sore hari: Lalu?


Hujan gerimis turun nyaris tanpa suara
Lalu?
Bagaimana ia bisa melarutkan kenangan jika begitu
Lalu?
Kenangan yang senantiasa terekam rapi
Lalu?
Ia menghidupkan rindu yang membuat hati pegal
Lalu?
Aku jadi malas, malas menghitung berapa banyak rindu lagi yang harus ku tumpuk
Lalu?
Aku ingin hujan datang dengan lebat saja
Lalu?
Agar semuanya bisa larut sampai ke laut
Lalu?
Walau aku tahu tidak semuanya bisa sampai ke laut
Lalu?
Terkadang ada bagian yang ingin tinggal
Lalu?
Namun sungguh aku belum bisa berdamai dengan rindu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s