Sajak-Cerita

Memasak


Beberapa hari ini saya suka memasak, setiap ada kesempatan luang saya memasak makanan yang ingin saya makan. Semua ini gara-gara di kosan saya ada kompor baru buat memasak. Rasanya sangat menyenangkan dan puas dengan makanan yang saya makan karena hasil masakan sendiri.

Kegiatan memasak menyenangkan, sebagai salah satu lahan kreatifitas juga. Saya bisa memastikan makanan yang saya makan sehat, cara memasak yang baik dan benar, karena menjalani sendiri prosesnya, mulai dari memilih bahan-bahan makanannya sampai kemudian memasak.

Lebih banyak masakan yang saya buat adalah masakan yang biasa dimasak oleh ibuk di rumah, cara memasaknyapun sama, kadang saya modifikasi sendiri. Dulu waktu jaman masih kecil sering diminta membantu ibuk memasak, walau hanya dengan membersihkan sayuran atau hanya menemani ibuk di dapur. Semakin saya besar, saya mulai diminta untuk memasak sendiri, awalnya tidak yakin tapi akhirnya bisa juga. Rasanya senang ketika melihat ibuk tersenyum senang ketika pulang dari tempatnya bekerja karena masakan sudah tersedia di meja. Itu adalah salah satu cara membantu ibuk.

Dulu ketika memasak bersama di dapur, dan saya masih ogah-ogahan membantu, ibuk selalu bilang bahwa jadi perempuan itu harus bisa masak, walaupun perempuan itu jadi presiden tetap saja dia harus bisa menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anaknya. Mendengar kalimat ibuk saya kemudian bertanya, jadi apakah bisa memasak itu adalah jadi salah satu syarat untuk menikah buk? Tentu saja tidak, kata ibuk. Sambil tertawa ibuk menjawab, jangan khawatir, malah bagus dong kan bisa belajar bareng dengan suamimu kelak. Kau tidak perlu mahir memasak baru menikah, yang penting adalah keinginan untuk mau belajar (memasak), tahu tentang bahan makanan yang sehat, dan bisa menghidangkan kehangatan dalam makanan bagi keluargamu kelak. Ini salah satu nasehat ibuk yang makjleb ๐Ÿ˜€

Berikut ini adalah hasil masakan yang telah saya buat

GambarSambal goreng ati, sop sayur dan brokoli, I love vegetable ๐Ÿ˜€

Gambar

Dan ini adalah ketika anak kos merindukan pelecing kangkung Lombok ๐Ÿ˜€

Gambar

Terkadang masakan yang saya buat gagal, tapi itu tidak masalah dan tetap dimakan saja..haha

bukankah kegagalan adalah bagian dari proses belajar?

๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s