Opini

Ketika Magrib


Jam 5 lewat 35 menit

Langit Jogja perlahan hitam, sebentar lagi magrib tiba.

Yang aku ingat di kampungku ketika magrib tiba anak-anak akan berlarian kembali ke rumah masing-masing untuk mandi dan kemudian bersiap berangkat ke tempat mengaji. Kalau tidak bergegas akan kena jeweran ibuk. Namun anak-anak di kampungku senang saja melakukannya, mandi sore dan pergi mengaji adalah salah satu rutinitas, layaknya sekolah di pagi hari. Walau kadang ada rasa malas, namun karena bersama teman-teman jadi menyenangkan. Ketika magrib datang tidak ada lagi anak-anak yang berada di luar rumah untuk bermain. Jalanan sepi. Ibadah magrib menjadi sangat sakral. Bolos mengaji sama rasa bersalahnya dengan bolos sekolah, akan ketinggalan pelajaran.

Kangen masa-masa berangkat ngaji ke musholla di kampung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s