Random

Bekal Saintis


Ketika membongkar-bongkar file di hardisk yang ternyata cukup bejibun, membaca file-file lama #niatnya emang mau cari inspirasi ,hehe  . Akhirnya saya menemukan suatu file yang berisi Tips dan Trik Menulis Karya Ilmiah, yang disusun oleh Dr. Muhammad Ali seorang dosen Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Saya jadi ingat materi ini beliau sampaikan saat mengisi kegiatan training kepenulisan di UKM PRIMA (Penalaran dan Riset Ilmiah Mahasiswa) UNRAM. Saya sebagai salah satu yang aktif di UKM tersebutselalubersemangatkalaupembicaranya Dr. Ali, …hehe…Beliau menjadi salah satu dosen yang sering mengisi acara di kegiatan PRIMA, beliau selalu senang ketika bertemu mahasiswa dan berbagi ilmu. Berdiskusi atau hanya mendengar beliau berbicara itu menyenagkan. Bisa dipastikan kalau beliau tidak membosankan ketika mengajar di kelas. Beliau sosok yang muda, berprestasi, mengabdikan diri untuk penelitian yang bermanfaat bagi umat manusia, saintis banget 🙂

Di dalam materi tersebut pendahuluan yang dipaparkan luar biasa banget, dijelaskan bahwa terdapat tiga hal yang tidak dapat dipisahkan dengan yang namanya menulis yaitu perintah membaca, belajar dan meneliti. Ilmu yang diperoleh melalui membaca, belajar dan meneliti akan dapat diajarkan kepada sesama manusia tanpa batas ruang dan waktu melalui menulis. Apalagi untuk seorang saintis, menulis adahal yang wajib, mendokumentasikan penelitian yang telah dilakukan kemudian membaginya pada orang lain. Menulis merupakan proses kreatif, semangat berbagi, seni dan keterampilan, serta menyalurkan bakat. Bukankah tak semua kata dapat diucapkan? 😀   Menulisakan menghasilkan tulisan. Yaa sebuah tulisan.

Tulisan akan hadir sebagai dokumentasi yang sangat berharga. Menjadi saksi atas berbagai peristiwa. Dan menjadi sejarah yang tidak terlupakan.

Pada lembar-lembar berikutnya di bahas tentang tips-tips untuk menulis karya ilmiah. Pasti banyak yang sudah tau kalau banyak hal baku dalam penulisan karya ilmiah, namanya juga ilmiah :D. Saya tidak akan membahasnya disini karena materinya banyaaak….hehe

Dan di lembar terakhir, bagian yang paling saya sukai ada terter bekal untuk para saintis dalam berkarya, bahwa sebagai seorang saintis sudah seharusnya memiliki pemahaman seperti dibawah ini :

  • Memahami Ke-Esa-an Tuhan yang akan berimplikasi

terintegralnya ciptaan-Nya;

  • Menyadari bahwa alam seisinya ini dibuat dengan

keteraturan. Seperti katanya Enstein: “God doesn’t play dice”  Tuhan tidak sedang   bermain dadu, semuanya ada tanda-tanda kekuasaannya ,bagi orang yang mau berpikir, mau meneliti.

  • Berkomitmen sebagai khalifah;
  • Menyadari ada yang Maha Kuasa; saintis yang baik adalah harus selalu memahami bahwa ada  yang maha kuasa di atas segala-galanya

Semoga tulisan ini bermanfaat yaa 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s